Detak Jantungmu, Indikator Fitness-mu

Detak jantung merupakan indikator penting, khususnya dalam dunia medis, untuk mengetahui level kebugaran seseorang atau kesehatan seseorang. Ukuran detak jantung seringkali dinyatakan dalam hitungan jumlah denyut dalam menit-nya, beats per minute (bpm).

detak jantung dan olahraga

Jika dikaitkan dengan level of fitness seseorang maka setiap orang ‘memiliki’ detak jantungnya masing-masing. Penentu nilai detak jantung pun dipengaruhi berbagai kondisi, seperti apakah seseorang dalam kondisi istirahat, dalam aktivitas fisik, kondisi hidrasi tubuh dsb.

Dalam kondisi melakukan aktivitas fisik, detak jantung seseorang akan meningkat. Respon tubuh melalui peningkatan detak jantung saat aktivitas fisik ini terjadi disebabkan peningkatan kebutuhan oksigen di dalam otot. Sel-sel otot membutuhkan banyak oksigen untuk membentuk molekul energi (oksigen bergabung dengan glukosa dan lemak untuk membuat ATP, yang merupakam molekul energi) saat Anda berolahraga.

Dalam setiap aktivitas fisik, juga  terjadi peningkatan suhu tubuh. Sehingga jantung pun harus mengirimkan darah ke kulit untuk mendinginkan suhu tubuh kita, sambil terus memasok darah ke otot yang sedang bekerja. Akibat kondisi ini, jantung pun berdetak (memompa) lebih cepat.

Siapapun Anda, bahkan atlit profesional sekalipun, wajib memperhatikan indikator yang satu ini, detak jantung. Sekuat apapun kita, organ tubuh kita memiliki batasan maksimal dalam menjalankan fungsinya, termasuk jantung. Formula detak jantung maksimal setiap orang dihitung dengan mengurangkan nilai umur dari angka 220.

Jadi misal, Anda berumur 35 tahun, maka batas detak jantung maksimal Anda adalah 220 – 35 = 185 bpm. Dengan mengetahui nilai maksimal detak jantung kita. Kita menjadi tahu kapan waktunya kita bisa menaikkan intensitas/kecepatan training kita, dan kapan harus menurunkan tempo untuk mengembalikan tingkat detak jantung di bawah angka maksimal tersebut.

Bagaimana kita dapat memantau kondisi detak jantung tersebut? Bagi pelaku olahraga enthusiast, mereka banyak memanfaatkan heart rate monitor sebagai alat bantu. Kini, fasilitas heart rate monitor bahkan sudah menjadi bagian fasilitas dari setiap sport watch.

Namun jika Anda merasa peralatan tersebut belum benar-benar Anda butuhkan, setidaknya Anda dapat memperhatikan tanda-tanda tubuh saat melakukan aktivitias fisik. Misalnya, ketika Anda merasa napas cepat dan dalam, Anda merasa perlu beristirahat sejenak sebelum berbicara atau Anda merasa sulit berbicara, dan ketika Anda sudah mulai merasa banyaknya keringat yang keluar dari tubuh padahal baru beberapa menit melakukan aktivitas, artinya kurangi tempo/kecepatan aktivitas fisik Anda

Sudah menjadi rahasia umum bahwa olahraga baik untuk kesehatan Anda. Namun, ingatlah untuk tidak melakukannya secara berlebihan. Dan jika Anda baru saja mulai melakukan olahraga, cobalah untuk mulai dari gerakan yang ringan agar tubuh memiliki waktu untuk menyesuaikan diri.

Mengenali dengan baik detak jantung normal pada saat berolahraga akan membantu Anda dalam memperkirakan porsi olahraga yang tepat bagi tubuh. Sehingga manfaat kesehatan dalam menjalani olahraga pun bisa didapatkan dengan baik.

Add Comment