Cycling Reference
Tips & Trick
Health & Fitness
Ensiklopedia
Bike Part & Review
Home » Running

Pentingnya Istirahat Bagi Pelari

Submitted by on 15 December 2017 – 09:24

Euforia, sesuatu yang lazim menghampiri hobiis maupun enthusiast dalam bidang apapun, termasuk dalam olahraga, lari. Seperti yang saya alami, di awal-awal menjalani olahraga ini, saking bersemangatnya, keinginan untuk ber-lari setiap harinya nyaris tak terbendung.

olahraga lari

Untung saja, saya bukan termasuk pelaku hobi yang membabi buta ‘just do it’, pentingnya ilmu terkait hobi yang kita jalani sama pentingnya menurut saya, so ‘read it’, hehe.

Kali ini saya hendak berbagi soal betapa pentingnya istirahat bagi pelari. Patut kita ketahui baha para coach selalu memasukkan ‘istirahat’ dalam setiap program latihan yang mereka susun, artinya istirahat adalah hal yang mutlak.

Istirahat untuk meningkatkan performa

Melalui olahraga rutin, termasuk lari, tubuh kita akan merespon dengan terbangunnya kekuatan serta endurance secara bertahap. Namun demikian, aktivitas fisik olahraga juga sebenarnya memiliki efek berupa berupa rusaknya jaringan mikro, seperti serat otot. Untuk itulah istirahat diperlukan guna membangun ulang jaringan yang rusak tersebut.

Pada tahap pemulihan ini, tubuh akan membangun kembali jaringan otot menjadi lebih kuat. Proses pemulihan ini berlangsung dengan rentang waktu 36-48 jam, dan ini akan berlangsung optimum melalui istirahat.

So, tanpa istirahat tubuh kita tidak akan memiliki kesempatan untuk membangun kembali serta menguatkan jaringan otot yang telah rusak tersebut. Alih-alih latihan rutin yang dijalankan memberikan peningkatan performa, justru tubuh akan terus rusak dan performa justru makin menurun.

Dengan istirahat justru tubuh kita akan beradaptasi menjadi lebih kuat, berdaya tahan lebih baik.

Otak kita juga perlu istirahat

Memang benar otak kita perlu istirahat, namun apa hubungannya dengan lari? Aktivitas fisik, seperti lari yang kita lakukan akan meyebabkan peningkatan hormon stres, kortisol.

Lho bukankah lari bagi sebagian orang justru ditujukan untuk refreshing, menghindari stres (fun run)? Yang mungkin belum kita ketahui bahwa respon tubuh kita ternyata tidak membedakan apakah kita berlari untuk fun atau lari untuk kompetisi. Keduanya sama-sama menyebabkan peningkatan produksi kortisol.

Pada sistem saraf pusat, hormon ini berpengaruh pada perilaku, aspek psikologis, termasuk perubahan jam biologis (susah tidur misalnya). Jadi, menghindari over training dengan menyisipkan istirahat yang cukup di antara jadwal lari Anda, merupakan hal yang bijaksana.

Menghindari retak tulang

Hentakan yang terjadi saat lari membuat peningkatan perputaran pada sel, dan sama halnya pada penguatan pada jaringan otot, tekanan ini merangsang tulang membangun kembali jaringannya menjadi lebih kuat. Jadi benarlah pernyataan bahwa lari membantu membuat tulang kita lebih kuat.

Namun jika tulang tidak diberi waktu cukup untuk istirahat maka ia tidak bisa memulihkan dirinya secara optimal sehingga bukan tidak mungkin justru retak tulang yang terjadi.

Menghindari peradangan tendon

Achilles Tendinitis, merupakan cidera pada otot penghubung pada kaki bagian belakang (Tendon). Gerakan penarikan berulang pada saat lari jarak jauh dapat menyebabkan luka pada tendon. Penanganannya yaitu dengan mengistirahatkan kaki dan hindari penekanan atau penarikan berlebih pada tendon. Tendon membutuhkan waktu lebih lama dalam pemulihannya jika dibandingkan jaringan (tissue).

Leave a comment